Pages

Instagram
Follow numunggaran on Twitter
Send me your sounds
Nurindah Munggarani | Create your badge
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Wednesday, February 23, 2011

Alangkah Lucunya (negeri ini)

Hei, hei... Udah nonton film baru garapan sutradara Deddy Mizwar Alangkah Lucunya (negeri ini)? Kalo belum buruan nonton gih, karena film ini menurutku bagus banget! Film ini fokus menceritakan tentang kehidupan para pencopet, yang hidup untuk mencopet (tentu saja) karena tuntutan hidup. 

Film ini nggak membuat kita terasa digurui, tapi kita bisa mengetahui atau menyimpulkan makna yang terkandung dalam film ini. Kalo semua pejabat di negara ini nonton film ini, mungkin aja mereka merasa malu (kecuali pejabat yang urat malunya udah putus--peace buat pejabat yang baca blog saya, nggak mungkin kan saya dipenjara gara-gara nulis kayak gitu?), coz film ini nyinggung-nyinggung masalah korupsi yang sekarang kian marak di negeri kita tercinta ini. 

Buat kamu yang nggak begitu suka dengan politik, jangan khawatir, coz film ini dikemas dengan komedi yang 'segar' dan kocak abis! 

Oia, ada kata-kata yang sangat aku sukai di film ini yang diucapkan oleh Samsul. Aku nggak begitu ingat detail kata-kata yang diucapkannya, tapi intinya: "Koruptorlah yang menyebabkan negeri ini miskin."

Btw, ending film ini bisa dibilang sedih. Benar-benar nggak nyangka ending-nya bakal seperti itu. Bahkan sampe ada teteh-teteh a.k.a mbak-mbak (or up to you mau manggil apa) yang nangis sesenggukan gara-gara nonton film ini, hahaha XD (padahal aku pun sempat menitikan air mata :-p).

SINOPSIS Alangkah Lucunya (negeri ini)
Muluk adalah seorang sarjana manajemen yang tak pernah putus asa mencari kerja, meski selalu gagal mendapatkannya. Muluk tak pernah bosan masuk kantor atau perusahaan untuk melamar kerja, meski keluar dengan membawa kekecewaan. 
Kekecewaan itu menjadi kekesalan, ketika Ia memergoki seorang remaja yang seenaknya mencopet lelaki tua. Muluk menyergap pencopet itu sambil mengancam akan melaporkannya kepada polisi. 
Pertemuan Muluk dengan sang pencopet bernama Komet ini, ternyata membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, dan berkenalan dengan Boss-nya yang bernama Jarot. Di markas itu, ternyata banyak anak-anak seusia Komet yang kerjaannya hanya mencopet. Pencopet-pencopet itu terbagi dalam tiga kelompok yaitu copet mall, copet pasar dan copet angkot. 
Muluk menawarkan ilmu manajemen yang dikuasainya untuk mengelola keuangan para pencopet dan meminta 10% dari hasil nyopet anak-anak itu.
Dengan uang yang dikelolanya, Muluk membuat program untuk mendidik para pencopet agar kelak tidak lagi mencopet. Untuk melaksanakan program itu, Muluk dibantu dua rekannya, yaitu Samsul seorang sarjana pendidikan yang hobinya main gaple di pos ronda dan Pipit seorang sarjana (D3) yang kerjanya cuma ikutan kuis di TV. Mereka memberikan pelajaran agama, budi pekerti dan kewarganegaraan kepada para pencopet.

Gimana kesan kalian saat baca sinopsisnya? Penasaran untuk nonton?


\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆

4 comments:

corat coret curhat ma-i said...

asa jd pngen nntn ...

Ndah Ingin Bebas Berekspresi said...

nonton ue kalo msh da d 21 mh...
pikaseurieun...
lumayan lah buat ngilangin stres...

Anonymous said...

dilematis yang tidak terpikirkan,,,,

wajib ditontonlah...

Numunggaran said...

@Anonymous

Pasti :-)