Pages

Instagram
Follow numunggaran on Twitter
Send me your sounds
Nurindah Munggarani | Create your badge
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Tuesday, May 10, 2011

Poetry of Thursday, May 5, 2011

Putih Hitam

Bagai piano yang rapuh.
Ketika tuts menghilang,
takkan tercipta melodi sempurna,
yang ada hanyalah kekacauan.

Bagai pion-pion catur.
Membuat pola serangan,
saling menjatuhkan,
menyisakan yang bertahan.

Terbungkus topeng kesatuan.
Paduan putih dan hitam,
dunia yang berbeda,
batas antara kesunyian.

***

Seharusnya Aku Tau

Saat pertama kali melihatnya,
melihat tingkahnya,
melihat gelagatnya,
seharusnya aku tau.

Saat pertama kali mendengarnya,
mendengar suaranya,
mendengar bisikannya,
seharusnya aku tau.

Saat pertama kali menyentuhnya,
menyentuh tangannya,
menyentuh jemarinya,
seharusnya aku tau.

Ia hanyalah seberkas sinar,
menerangi dengan harapan,
tak memilih siapa yang terpancar,
seharusnya aku tau.

***

Jangan Rasai

Rasanya manis, jangan dustai.
Rasanya pahit, jangan bohongi.
Rasanya asyik, jangan sakiti.
Rasanya sepi, jangan ingkari.
Rasanya hati, jangan rasai.

***

Ukirmu

Tautkan jari, satukan hati.
Eratkan taki, merancang kasih.
Hari ini, kamu mengukir.
Aku meringis, aku terkikis.

***

Kisah Dalam Putih

Aku tak bisa bersua,
aku hanya membisu.
Aku tak bisa berkata,
aku hanya terpekur.

Pada lembar putih kutorehkan,
kisah dalam imajiku.
Tak merintih dan meronta,
hanya diam dan membatu.


\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆

No comments: