Kisah Kita
Saat pertama kita bertemu,
kau temui dan sapa aku.
Sungguh aneh dan unik,
awal cerita yang menarik.
Kuanggap kau angin lalu,
sampai aku temukan namamu.
Pada hitam di atas putih,
masa lalu datang membimbing.
Saat itu hujan turun,
kau dalam jangkau pandangku.
Berlari dan menepi,
sunggingkan senyum di bibir.
Aku ingat kau goda aku,
kau tanyai segala tentangku.
Seolah memang takdir,
tapi aku tak sadari.
Itulah saat kuperhatikanmu,
kuingat tatapan kelabu.
Pandangan itu aku tak mengerti,
apa yang mengganjal di hati?
Harusnya aku bersamamu,
saat kau butuh bahuku.
Sekedar melepas letih,
saling pandang bertukar kasih.
Aku teguh dengan egoku,
tak peduli saat kau ulur tanganmu.
Ketika kumendongak ingin menggapai,
hatiku telah kau curi.
Tak ada yang dapat kurengkuh,
yang ada hanyalah bayangmu.
Tak ada yang dapat kuraih,
saat kusadari kau telah pergi.
***
Kepergianmu
Aku sendiri tertegun,
saat rintik hujan basahi tubuh.
Air mata tak lagi kubendung,
saat kutau kau hanyalah semu.
Semburat senja dalam matamu,
telah membuatku luluh.
Secercah mentari dalam binarmu,
telah torehkan pilu.
Kenangan itu seakan runtuh,
pergi bersama dinginmu.
Aku tau kau dan ambisimu,
pergi bersama mimpimu.
Ada rasa ingin bertemu,
aku rindu dan menunggu.
Pada masa lalu aku terpaku,
mengukirmu dalam senduku.
***
Ai wo komette, Menu.
\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆



No comments:
Post a Comment