Panas menjalari tubuh,
menghancurkan benteng esku.
Sepercik api telah menyentuh,
sumbu kesabaranku.
Telah kuperingatkan dahulu,
api setan jangan kau sulut!
Tak mengerti dengan sentuhan lembut?
Jangan salahkan aku menusuk.
\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆



No comments:
Post a Comment