Baru saja kutertawa,
dentuman lembut terdengar.
Mengapa pandangku keruh?
Tersenyum, aku menunduk.
Angin membawa pesan,
angin membawa canda.
Samar terdengar sendu,
samar terdengar syahdu.
Aku kembali menengadah,
muncul lagi kegalauan.
Tatapan itu tak tentu,
lagi-lagi terlihat kikuk.
Kumainkan melodi hujan,
menahan sesak, isak.
Tak apa aku membisu?
Tak apa aku memperhatikanmu?
\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆



No comments:
Post a Comment