Dadaku sesak,
jantungku berdegup kencang.
Tuhan... biarkanlah kunikmati gelora,
imajinasiku tentangnya.
Kutahu khayalan ini begitu gila.
Batas mimpi dan kenyataan,
tak lebih dari seutas benang,
yang menghubungkanku dengannya.
Kutahu duniaku bukanlah kahyangan,
negeri dongeng di mana kisah berakhir bahagia.
Namun aku menggantungkan sebuah harapan,
yang sampai saat ini kugenggam erat.
\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆



No comments:
Post a Comment