seperti senyummu yang irasional.
Tak aneh bila engkau setara dengan E = mc2,
dahsyatnya meluluh-lantahkan jiwa.
Suatu hari aku sadar,
kita tak diciptakan kongruen.
Garis takdir kita sejajar tak berpotongan,
kita hanya bisa bersanding tanpa titik temu.
Aku bergerumul dengan limit rasaku,
mempertanyakan fungsi cintaku.
Saat itulah aku mengeliminasi duka,
dan menemukan substitusimu.
30 April 2012
\(o ̄∇ ̄o) RIN ☆




No comments:
Post a Comment